Langsung ke konten utama

Mendoakan bagian tubuh yang sakit

Doa Menghilangkan Rasa Sakit Seperti yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW
Doa Menghilangkan Rasa Sakit Seperti yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW
Kita semua selalu ingin memiliki tubuh yang sehat setiap hari. Akan tetapi, tentu saja kita takkan pernah tahu kapan penyakit datang kepada kita. Apakah ada doa menghilangkan rasa sakit?

Kadangkala rasa sakit itu juga tidak merata ke seluruh tubuh. Suatu kecelakaan bisa menyebabkan bagian tubuh kita keseleo dan lain sebagainya.

Kalau ini terjadi, produktifitas kita jadi terhambat. Jangan khawatir, ada tuntunan doa nabi Muhammad SAW yang dapat menyembuhkan bagian tubuh yang sakit. Berikut doa menghilangkan rasa sakit seperti yang diajarkan Rasulullah.

Letakkan tanganmu pada tempat yang sakit dan bacalah Bismillah tiga kali, lalu lafalkan:

“A’uudzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru” (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari keburukan yang sedang aku rasakan dan yang aku khawatirkan)” (HR. Muslim).

Ajaran doa tersebut awalnya diberikan kepada Utsman bin Al Ash r.a yang mengeluh karena merasa sakit di salah satu bagian tubuhnya.

Nabi Muhammad kemudian mengajarkan doa tersebut. Ustman bin Al Ash kemudian dituntun untuk meletakkan tangannya ke area yang sakit.

Kemudian dia membimbing sahabat nabi tersebut membaca bismillah tiga kali disertai doa di atas sebanyak tujuh kali. Hasilnya, rasa sakit Utsman bin Al Ash itu pun hilang.

Doa tersebut di atas juga dapat dilengkapi dengan lafal doa:

"La Syafi Illa Anta, tiada Tuhan yang berhak menyembuhkan kecuali Enkau (Allah SWT)".

Selain doa-doa tersebut di atas, ada beragam doa lainnya yang dapat menyembuhkan bagian tubuh yang sakit.

Di samping itu, ada sebuah kisah yang tertulis dalam kitab Shahih Bukhari-Muslim, kitab Sunan Abu Dawud dan kitab-kitab lainnya, dari Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW apabila ada seseorang yang mengadu tentang penyakit atau luka, Rasulullah bersabda sambil meletakkan jarinya. Sufyan bin Uyanah mengatakan, Rasulullah menancapkan jari telunjuknya ke tanah dan mengucapkan doa berikut ini.

Latin: Bismi laahi turbatu ardlinaa biriiqati ba'dlinaa yusfaa bi hii saqiimunaa bi idzni rabbinaa.

Artinya: Dengan menyebut nama Allah, debu bumi dengan sebagian ludah kami, dengannya orang sakit di antara kami akan sembuh dengan izin Tuhan kami.

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan doa perlindungan untuk sebagian keluarganya, beliau mengusap tangan kanan dan membaca surat berikut ini:

Latin: Allahuma rabbin naas, adzhibil ba'sasfii, isfi antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqama

Demikian doa menghilangkan rasa sakit sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW dan doa-doa lain yang sangat baik untuk diamalkan guna meningkatkan keselamatan pribadi dan menjauhkan tubuh dari penyakit. Semoga bermanfaat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-Jenis Zakat, Syarat dan Tata Cara Penghitungannya

Merdeka.com -  Menurut bahasa, kata “zakat” berarti tumbuh, berkembang, subur atau bertambah. Dalam Al-Quran dan hadis disebutkan, “ Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah ” (QS. al-Baqarah[2]: 276); “ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka ” (QS. at-Taubah[9]: 103); “ Sedekah tidak akan mengurangi harta ” (HR. Tirmizi). Zakat termasuk dalam kategori ibadah wajib (seperti shalat, haji, dan puasa) yang telah diatur berdasarkan Al-Quran dan sunah. Selain itu, zakat juga merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia. Dalam artikel kali ini, akan diulas secara lengkap jenis zakat, syarat dan cara penghitungannya yang dihimpun dari berbagai sumber. 1. Jenis Zakat Fitrah Zakat fitrah disyariatkan pada tahun kedua Hijriah bulan Syaban. Zakat fitrah menjadi pengeluaran wajib yang dilakukan setiap muslim yang mempunyai kelebihan sebagai tanda syukur kepad...

Kurban/Qurban

Fiqih Qurban Qurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra Nabi Adam Alaihissalam diperintahkan berqurban. Maka Allah Ta’ala menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk. Allah Ta’ala berfirman: “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa”  (QS Al-Maaidah 27). Qurban lain yang diceritakan dalam Al-Qur’an adalah qurban keluarga Ibrahim ‘Alaihissalam, saat beliau diperintahkan Allah Ta’ala untuk mengurbankan anaknya, Ismail ‘Alaihissalam. Disebutkan dalam surat As-Shaaffaat 102: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “H...

Doa Wirid Harian Rosulullah Disaat Keheningan Malam

"Asyhaduallaa ilaaha illallah astagfirullah asaluka ridhoka wal jannah wa au'dzubika min syahotika wannaar, allahumma innaka Afuwwun Karim tuhibbul afwa fa'fu anny ya Kariim". Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak diibadati kecuali Allah, hamba mohon ampunan-Mu, ridho dan syurga-Mu, lindungi hamba dari murka dan neraka-Mu, Engkau maha pemaaf maha mulia, menyukai maaf, maafkan hamba.