Langsung ke konten utama

Doa Doa Pendek

BISMILLAH


Top ten doa ringkas dan pendek yang sering dipanjatkan. Tentu saja doa-doa lainnya pun tidak dilupakan terutama doa-doa memohon keampunan. Misalnya, doa Nabi Adam as.


Robbana dzolamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin  (QS. Al Araf: 23).


Artinya, Ya Tuhan kami, kami sudah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.


Sering memanjatkan doa tersebut akan membuat hati lembut kerana mengingatkan kepada dosa-dosa yang sudah dilakukan. Hal ini akan mendekatkan diri kepada jalan taubat dan ingat kampung halaman yang sesungguhnya, yaitu akhirat.


Berikut adalah top ten doa yang hendaknya sering dipanjatkan. Doa-doa ini diucapkan dalam sujud dan sebelum salam. Doa ini sering diucapkan oleh Rasulullah saw terutama untuk nombor 1 dan nombor 2.


#1. Yaa Muqollibal Qulub Tsabbit Qolbi Alaa Diinik 


(Wahai Zat yang Maha Membolakbalikan hati, teguhkan hatiku diatas agama-Mu).


#2. Allahumma ainni ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatik


(Ya Allah, tolonglah aku agar selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadahku padaMu)  (HR. Abu Daud dan Ahmad)


#3. Allahumma atina fid-dunya hasanatan, wa fil-akhirati hasanatan, wa qina adhabannar (HR. Bukhari dan Muslim)


#4. Allahumma inni asalukal-huda, wat-tuqa, wal-afafa, wal-ghina (HR. Muslim)


#5. Allahumma inni as aluka ilman naafiaa wa rizqan toyyibaa wa amalan mutaqabbalaa 


(Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang manfaat, rizki  yang baik dan amal yang diterima) (HR. Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah)


#6. Rabbi hablii minashshaalihiina 


(Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak)  yang termasuk orang-orang yang saleh.) (QS. Ash-Shaaffat: 100)


#7. Allahumma inni as-aluka ridhoka wal-jannah wa-auzubika min sakhathika wanna


(Ya Allah, kami mohon kehadirat-Mu untuk mendapatkan keridhaan-Mu dan surga-Mu. Kami berlindung dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka)


#8. Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran 


(Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil)


#9. Doa minta mati syahid seperti yang diucapkan oleh Umar bin Khatab Radhiyallahuanhu.



Ya Allah berikanlah aku anugrah mati syahid di jalan-Mu, dan jadikanlah kematianku di negeri Rasul-Mu Shallallahu alaihi wa sallam. (HR. Bukhari 1890)


#10. Allahumak-finii bi halaalika an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika amman siwaak


(Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu. (HR. Tirmidzi no. 3563, hasan kata Syaikh Al Albani)


#Doa lain yang juga patut dipanjatkan adalah


Allahumma inni audzu bika minal ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa audzu bika min adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat


(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian) (HR.Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)


Sebarkanlah Ilmu walaupun sebesar zarrah.. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurban/Qurban

Fiqih Qurban Qurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra Nabi Adam Alaihissalam diperintahkan berqurban. Maka Allah Ta’ala menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk. Allah Ta’ala berfirman: “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa”  (QS Al-Maaidah 27). Qurban lain yang diceritakan dalam Al-Qur’an adalah qurban keluarga Ibrahim ‘Alaihissalam, saat beliau diperintahkan Allah Ta’ala untuk mengurbankan anaknya, Ismail ‘Alaihissalam. Disebutkan dalam surat As-Shaaffaat 102: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “H...

Zakal Mal (Harta)

Inilah Besarnya Nisab Zakat Maal yang Harus Kamu Ketahui Tahukah kamu kalau nisab  zakat  maal berbeda-beda untuk setiap jenis harta? Harta yang masuk ke dalam golongan zakat maal bukan hanya uang tunai yang dimiliki. Namun, juga menghitung perhiasan emas perak, hewan ternak yang dimiliki, hasil pertanian, juga bila kamu menemukan barang berharga akan dikenakan zakat. Nisab zakat maal memiliki takaran yang berbeda-beda. Setiap harta yang kita peroleh dan miliki, dalam prosesnya terdapat keterlibatan pihak-pihak lain. Bisa jadi, dalam prosesnya juga ada hal-hal yang kurang mengenakkan, seperti tawar menawar harga yang alot, atau kualitas barang/jasa perniagaan yang kurang memuaskan. Agar harta yang digunakan menjadi berkah, dan menghindarkan kita dari ketamakan, Allah memerintahkan umat muslim untuk menunaikan zakat maal. Nisab adalah batas minimal harta yang dimiliki oleh seseorang, sebagai syarat diwajibkan berzakat. Jika harta seorang muslim belum mencapai nisab, maka tidak ...

Waktu Mencukur Rambut Bayi saat Aqiqah

Pertanyaan: Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu, Ustadz yang di rahmati Allah  Subhanahu wa Ta’ala , Mengenai waktu menggundul bayi yang baru lahir, bolehkah tidak dibarengkan dengan waktu pelaksanaan  aqiqah ? Misalnya karena belum mempunyai kelapangan, jadi aqiqah kami laksanakan di hari ke 21. Apakah boleh rambut bayi kami gundul tetap di hari ke 7 tanpa menunggu waktu pelaksanaan aqiqahnya? Jazakumullahu khairan Dari: Abu Azzam Jawaban: Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuhu. Waktu mencukur rambut bayi yang sesuai sunah adalah ketika hari ketujuh pasca-kelahiran. Berdasarkan beberapa dalil yang menjelaskan tentang aqiqah, diantaranya, Hadis dari Salman bin Amir adh-Dhabbi  radhiyallahu ‘anhu , beliau mendengar Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى “Setiap  anak ada aqiqahnya, sembelihlah di hari ketujuh dan hilangkan kotoran dari bayi itu .” (HR...